MALAS MANDI
Cerpen Karya Roza
Cerpen Karya Roza
"Mia? Sudah mandi, belum?" tanya Ibu.
"Belum, Ibu. Tunggu sebentar!" teriak Mia.
"Jangan lupa mandi, Nak!" pinta Ibu.
"Iya, Bu. Iyaaa ....!" Mia teriak lagi.
20 menit kemudian ....
"Mia, sudah mandi, belum?" tanya Ibu.
"Hmmm!" jawab Mia.
"Apa, Nak? Ibu nggak dengar, nih," Ibu bertanya lagi.
"Hmmm!" jawab Mia.
"Mia ngomong apa, sih. Ibu ke kamar Mia aja, deh," bingung Ibu.
Ibu segera pergi ke kamar Mia. Kamar Mia terletak di lantai dua dekat tangga. Ibu membuka pintu kamar Mia dengan pelan dan masuk ke dalam. Ibu terkejut melihat Mia yang ternyata belum mandi dan Mia dengan serunya masih memainkan game Tempe Run 2 di Samsung Galaxy S5-nya sampai lupa waktu mandi. Ibunya menggelengkan kepala dengan pelan karena melihat tingkah laku Mia yang hanya mementingkan bermain game daripada mandi. Sejak dibelikan Samsung Galaxy S5 oleh Ayahnya, Mia menggunakannya hanya untuk bermain game saja, kecuali kalau ada tugas sekolah yang harus dicari di internet. Saking dia asyik bermain game membuatnya ingin memainkan game lebih banyak lagi dengan mendownload di aplikasi Play Store. Sejak saat itu, dia sering bermain game sampai lupa waktu mandi. Mia yang dulunya rajin, sekarang jadi pemalas. Maksudnya malas mandi.
"Masya Allah, Mia. Kenapa belum mandi?" tanya Ibu heran.
"Eh, Ibu. Hmm .... anu .... emm .... Mia lagi asyik main game, nih. Sebentar lagi Mia mandi, deh, Bu. Beneran."
"Nggak ada sebentar-sebentar, pokoknya harus mandi sekarang. Tuh, lihat, sudah pukul 11.00 kamu belum mandi juga. Ck, ck, ck ....," pinta Ibu.
"Iya, Bu. Nanti aja, deh. Bentar lagi Mia mandi, Ibu. Ini mau selesai, kok. Tinggal sedikit lagi," jawab Mia yang masih asyik bermain game.
"Mia! Ayo, cepat mandi. Nggak usah pakai alasan segala. Kalau mandi siang tuh nggak baik, Mia. Nanti malah jadi pemalas dan sering mengantuk, lho. Ayo cepat!" pinta Ibu dengan tegas.
"Bentar, ah. Nanti Mia bakalan mandi, tapi nanti setelah memainkan game ini. Ibu tenang aja, deh."
Mia tidak memedulikan ucapan Ibunya. Ibunya tidak mau melihat Mia menjadi pemalas dan membantah perintahnya. Ibu segera mengambil tindakan demi kebaikannya.
"Sini. Ibu sita Samsung-mu biar nggak ketagihan main game. Main game boleh, tapi jangan kekeringan. Tinggal sebulan lagi kamu akan menghadapi ujian kenaikan kelas, jadi harus perbanyak belajar biar kamu lulus dan naik kelas," jelas Ibu.
"Nah, sekarang Mia mandi dulu, nanti baru lanjutin main game, tapi jangan terlalu lama," tambah Ibu.
"Iiihh, Ibu nih gimana, sih. Mia masih mau lanjut main game. Yang punya Samsung siapa? Mia, kan. Ibu nggak berhak ambil barang punya Mia. Kembalikan! Kalau nggak dikembalikan, Mia nggak bakalan mandi!" bantah Mia.
"Ibu ambil ini demi kebaikanmu. Kalau Ibu kembalikan percuma saja, kamu nggak bakalan mandi nanti. Jangan jadi pemalas. Kalau Mia nggak mandi, Ibu nggak bakalan kembalikan Samsung-mu sekaligus nggak ada makan siang dan makan malam buat Mia. Padahal Ibu sudah masak masakan enak. Dah, pergi mandi dulu," pinta Ibu.
"Biarin aja Mia nggak mandi, kan bisa tidur-tiduran dan nonton tv. Ambil saja Samsung itu, nanti Mia bakalan laporan ke Papa," bentak Mia.
"Astaghfirullahallazim, Mia. Kok kamu gitu, sih? Ibu kan nasehati kamu baik-baik, tapi kamu malah jadi pembangkang. Ibu nggak nyangka kamu jadi kayak gitu. Terserah Mia saja, deh. Nih, Ibu kembalikan. Ibu pergi saja," kecewa Ibu melihat tingkah laku Mia.
"Nah, gitu, dong. Makasih, ya. Ibu pergi saja," ucap Mia dengan senang tanpa memedulikan Ibunya.
Ibunya pun keluar dari kamar Mia dengan rasa sedih dan kecewa. Kemudian, saudara kandung tertua Mia alias Kakanya, Kak Rezky yang sedang menonton tv di ruang tamu melihat Ibu yang sedang sedih kembali ke dapur. Kak Rezky tahu kalau Ibu sedih gara-gara adiknya. Kak Rezky mematikan tv dan beranjak ke kamar Mia. Di kamar, Mia masih bermain game dengan senang sampai dia ketiduran. Kak Rezky melihat Mia sambil menggelengkan kepala dengan pelan.
"Masya Allah. Mia, Mia. Aduh, kerjamu hanya main game dan tiduran saja. Ck, ck, ck. Anak perempuan kok malas, sih. Apalagi kamu belum mandi. Uuuhh, bahkan baunya sampai ke sini. Kakak keluar aja, deh. Udah dikasih tahu kok malah membantah," keluh Kak Rezky yang segera keluar dari kamar Mia.
Beberapa menit kemudian, Mia terbangun. Mia terkejut kalau ia berada dia atas pohon. Mia panik sambil menggelengkan kepala sambil berkeringat dingin.
"Aaahh .... astaghfirullahallazim .... Aku dimana, nih? Kenapa aku bisa berada di atas pohon? Apa aku lagi ngigau? Auuhh ....! Ternyata aku nggak ngigau, ini nyata. Waah .... tolong aku!!!" panik Mia sambil mencubit pipinya, kemudian berteriak dengan kencang.
"Eh? Ah? Kenapa wajahku ada bintik putih? Oh, tidak! Aku .... aku .... aku .... kena panu! Aduuuhh, gatal banget, nih. Ugh ....," keluh Mia sambil menggaruk wajahnya dengan perlahan dengan tangan kanan, sementara tangan kiri memegang batang pohon. Tiba-tiba, terjadi goncangan entah dari mana itu berasal. Mia berusaha memegang erat batang pohon agar tidak jatuh, tetapi goncangan begitu kuat. Akhirnya Mia terjatuh, pohon pun juga ikut tumbang dan jatuh.
"Aaaaaaahhh!!!" teriak Mia.
BRUK!!!
"Ugh .... Aduuuhh ...."
"Eh? Ah? Kok aku di atas lantai? Hmm .... ini di kamarku. Uwaaahh, alhamdulillah .... ternyata hanya mimpi doang, untung bukan kenyataan. Ngg .... Oh, iya. Tadi aku kan ketiduran karena terlalu lama bermain game. Aku bermimpi aneh sampai jatuh dari tempat tidur," ucap Mia.
Mia segera bangun dan membereskan tempat tidurnya. Mia melihat jam dinding di kamarnya bahwa waktu menunjukkan pukul 17.30. Mia segera mengambil handuk dan menyiapkan pakaian ganti yang diletakkan di atas tempat tidur. Tiba-tiba, tersengat suara ketukan pintu dan seseorang membukanya, kemudian masuk. Ternyata, Kak Rezky.
"Lho? Astaghfirullahallazim. Mia, Mia .... kok wajahmu ada putih-putih bertotol? Jangan-jangan ...." Kak Rezky terkejut melihat wajah Mia sampai pembicaraannya terpotong oleh Mia.
"Kenapa, Kak? Jangan-jangan apa? Aaa .... aa .... hh .... tidak .... ini ....," tanya Mia pada Kakaknya, kemudian Mia melihat dirinya di cermin yang terletak di belakang Mia. Mia pun langsung terkejut.
"PANU!!!" teriak Mia dan Kakaknya.
"Nah, itu akibat yang kamu terima kalau malas mandi. Jadi begitu, deh. Kita tuh harus jaga kebersihan tubuh, kita harus mandi biar sehat dan nggak terserang penyakit, termasuk panu itu. Udah dikasih tahu sama Mama dan Kakak malah kamu cuek dan membangkang," jelas Kak Rezky.
"Iya, Kak. Mia menyesal, nih. Mia mulai sekarang dan seterusnya akan selalu menjaga kebersihan tubuh dengan mandi. Maaf, ya, Kak, kalau Mia tidak memedulikan nasehat Kakak, begitu juga dengan Mama. Mia pasti akan jadi anak yang rajin," tekad Mia.
"Nah, gitu, dong. Ini baru Mia, adik kesayangan Kakak yang paling ganteng dan rajin menabung. Eheheee," puji Kak Rezky terhadap Mia dan dirinya sendiri.
"Ah, Kakak bisa aja, deh. Biasa aja, kali .... ahahaaa," ledek Mia sambil tertawa. Kakaknya pun juga ikut tertawa.
"Eh, kamu kalau lagi panuan dibersihkan pakai sabun, gosok pelan-pelan, baru bilas deh dengan air. Nanti lama-kelamaan juga hilang sendiri, palingan seminggu," jelas Kak Rezky.
"Oke, deh, Kak," ucap Mia.
Mia pun segera keluar dari kamar, begitu juga dengan Kakaknya. Mia masuk ke kamar mandi yang terletak di lantai dasar dekat dapur. Selesai mandi, Mia memakai pakaian santai. Waktu menunjukkan pukul 20.00. Mia segera ke ruang makan dan makan malam.
Dari hari ke hari, Mia semakin rajin dan juga merawat wajahnya yang terkena panu dengan baik. Dia lebih banyak belajar daripada bermain game. Dia bermain game kalau di hari libur saja atau di waktu luang, tetapi tidak terlalu lama.
Seminggu kemudian, akhirnya panu yang berada di wajah Mia sudah hilang. Mia merasa senang dan bersyukur. Kak Rezky dan Ibunya bangga pada Mia. Tak lupa, Mia meminta maaf pada Ibunya karena telah bersikap kasar padanya. Ibunya pun memaafkan Mia. Nah, kalian pasti tidak mau, kan, kalau kena panu akibat malas mandi? Ingat, kita harus menjaga kebersihan diri, ya? Bersih itu sehat :)
SELESAI
"Belum, Ibu. Tunggu sebentar!" teriak Mia.
"Jangan lupa mandi, Nak!" pinta Ibu.
"Iya, Bu. Iyaaa ....!" Mia teriak lagi.
20 menit kemudian ....
"Mia, sudah mandi, belum?" tanya Ibu.
"Hmmm!" jawab Mia.
"Apa, Nak? Ibu nggak dengar, nih," Ibu bertanya lagi.
"Hmmm!" jawab Mia.
"Mia ngomong apa, sih. Ibu ke kamar Mia aja, deh," bingung Ibu.
Ibu segera pergi ke kamar Mia. Kamar Mia terletak di lantai dua dekat tangga. Ibu membuka pintu kamar Mia dengan pelan dan masuk ke dalam. Ibu terkejut melihat Mia yang ternyata belum mandi dan Mia dengan serunya masih memainkan game Tempe Run 2 di Samsung Galaxy S5-nya sampai lupa waktu mandi. Ibunya menggelengkan kepala dengan pelan karena melihat tingkah laku Mia yang hanya mementingkan bermain game daripada mandi. Sejak dibelikan Samsung Galaxy S5 oleh Ayahnya, Mia menggunakannya hanya untuk bermain game saja, kecuali kalau ada tugas sekolah yang harus dicari di internet. Saking dia asyik bermain game membuatnya ingin memainkan game lebih banyak lagi dengan mendownload di aplikasi Play Store. Sejak saat itu, dia sering bermain game sampai lupa waktu mandi. Mia yang dulunya rajin, sekarang jadi pemalas. Maksudnya malas mandi.
"Masya Allah, Mia. Kenapa belum mandi?" tanya Ibu heran.
"Eh, Ibu. Hmm .... anu .... emm .... Mia lagi asyik main game, nih. Sebentar lagi Mia mandi, deh, Bu. Beneran."
"Nggak ada sebentar-sebentar, pokoknya harus mandi sekarang. Tuh, lihat, sudah pukul 11.00 kamu belum mandi juga. Ck, ck, ck ....," pinta Ibu.
"Iya, Bu. Nanti aja, deh. Bentar lagi Mia mandi, Ibu. Ini mau selesai, kok. Tinggal sedikit lagi," jawab Mia yang masih asyik bermain game.
"Mia! Ayo, cepat mandi. Nggak usah pakai alasan segala. Kalau mandi siang tuh nggak baik, Mia. Nanti malah jadi pemalas dan sering mengantuk, lho. Ayo cepat!" pinta Ibu dengan tegas.
"Bentar, ah. Nanti Mia bakalan mandi, tapi nanti setelah memainkan game ini. Ibu tenang aja, deh."
Mia tidak memedulikan ucapan Ibunya. Ibunya tidak mau melihat Mia menjadi pemalas dan membantah perintahnya. Ibu segera mengambil tindakan demi kebaikannya.
"Sini. Ibu sita Samsung-mu biar nggak ketagihan main game. Main game boleh, tapi jangan kekeringan. Tinggal sebulan lagi kamu akan menghadapi ujian kenaikan kelas, jadi harus perbanyak belajar biar kamu lulus dan naik kelas," jelas Ibu.
"Nah, sekarang Mia mandi dulu, nanti baru lanjutin main game, tapi jangan terlalu lama," tambah Ibu.
"Iiihh, Ibu nih gimana, sih. Mia masih mau lanjut main game. Yang punya Samsung siapa? Mia, kan. Ibu nggak berhak ambil barang punya Mia. Kembalikan! Kalau nggak dikembalikan, Mia nggak bakalan mandi!" bantah Mia.
"Ibu ambil ini demi kebaikanmu. Kalau Ibu kembalikan percuma saja, kamu nggak bakalan mandi nanti. Jangan jadi pemalas. Kalau Mia nggak mandi, Ibu nggak bakalan kembalikan Samsung-mu sekaligus nggak ada makan siang dan makan malam buat Mia. Padahal Ibu sudah masak masakan enak. Dah, pergi mandi dulu," pinta Ibu.
"Biarin aja Mia nggak mandi, kan bisa tidur-tiduran dan nonton tv. Ambil saja Samsung itu, nanti Mia bakalan laporan ke Papa," bentak Mia.
"Astaghfirullahallazim, Mia. Kok kamu gitu, sih? Ibu kan nasehati kamu baik-baik, tapi kamu malah jadi pembangkang. Ibu nggak nyangka kamu jadi kayak gitu. Terserah Mia saja, deh. Nih, Ibu kembalikan. Ibu pergi saja," kecewa Ibu melihat tingkah laku Mia.
"Nah, gitu, dong. Makasih, ya. Ibu pergi saja," ucap Mia dengan senang tanpa memedulikan Ibunya.
Ibunya pun keluar dari kamar Mia dengan rasa sedih dan kecewa. Kemudian, saudara kandung tertua Mia alias Kakanya, Kak Rezky yang sedang menonton tv di ruang tamu melihat Ibu yang sedang sedih kembali ke dapur. Kak Rezky tahu kalau Ibu sedih gara-gara adiknya. Kak Rezky mematikan tv dan beranjak ke kamar Mia. Di kamar, Mia masih bermain game dengan senang sampai dia ketiduran. Kak Rezky melihat Mia sambil menggelengkan kepala dengan pelan.
"Masya Allah. Mia, Mia. Aduh, kerjamu hanya main game dan tiduran saja. Ck, ck, ck. Anak perempuan kok malas, sih. Apalagi kamu belum mandi. Uuuhh, bahkan baunya sampai ke sini. Kakak keluar aja, deh. Udah dikasih tahu kok malah membantah," keluh Kak Rezky yang segera keluar dari kamar Mia.
Beberapa menit kemudian, Mia terbangun. Mia terkejut kalau ia berada dia atas pohon. Mia panik sambil menggelengkan kepala sambil berkeringat dingin.
"Aaahh .... astaghfirullahallazim .... Aku dimana, nih? Kenapa aku bisa berada di atas pohon? Apa aku lagi ngigau? Auuhh ....! Ternyata aku nggak ngigau, ini nyata. Waah .... tolong aku!!!" panik Mia sambil mencubit pipinya, kemudian berteriak dengan kencang.
"Eh? Ah? Kenapa wajahku ada bintik putih? Oh, tidak! Aku .... aku .... aku .... kena panu! Aduuuhh, gatal banget, nih. Ugh ....," keluh Mia sambil menggaruk wajahnya dengan perlahan dengan tangan kanan, sementara tangan kiri memegang batang pohon. Tiba-tiba, terjadi goncangan entah dari mana itu berasal. Mia berusaha memegang erat batang pohon agar tidak jatuh, tetapi goncangan begitu kuat. Akhirnya Mia terjatuh, pohon pun juga ikut tumbang dan jatuh.
"Aaaaaaahhh!!!" teriak Mia.
BRUK!!!
"Ugh .... Aduuuhh ...."
"Eh? Ah? Kok aku di atas lantai? Hmm .... ini di kamarku. Uwaaahh, alhamdulillah .... ternyata hanya mimpi doang, untung bukan kenyataan. Ngg .... Oh, iya. Tadi aku kan ketiduran karena terlalu lama bermain game. Aku bermimpi aneh sampai jatuh dari tempat tidur," ucap Mia.
Mia segera bangun dan membereskan tempat tidurnya. Mia melihat jam dinding di kamarnya bahwa waktu menunjukkan pukul 17.30. Mia segera mengambil handuk dan menyiapkan pakaian ganti yang diletakkan di atas tempat tidur. Tiba-tiba, tersengat suara ketukan pintu dan seseorang membukanya, kemudian masuk. Ternyata, Kak Rezky.
"Lho? Astaghfirullahallazim. Mia, Mia .... kok wajahmu ada putih-putih bertotol? Jangan-jangan ...." Kak Rezky terkejut melihat wajah Mia sampai pembicaraannya terpotong oleh Mia.
"Kenapa, Kak? Jangan-jangan apa? Aaa .... aa .... hh .... tidak .... ini ....," tanya Mia pada Kakaknya, kemudian Mia melihat dirinya di cermin yang terletak di belakang Mia. Mia pun langsung terkejut.
"PANU!!!" teriak Mia dan Kakaknya.
"Nah, itu akibat yang kamu terima kalau malas mandi. Jadi begitu, deh. Kita tuh harus jaga kebersihan tubuh, kita harus mandi biar sehat dan nggak terserang penyakit, termasuk panu itu. Udah dikasih tahu sama Mama dan Kakak malah kamu cuek dan membangkang," jelas Kak Rezky.
"Iya, Kak. Mia menyesal, nih. Mia mulai sekarang dan seterusnya akan selalu menjaga kebersihan tubuh dengan mandi. Maaf, ya, Kak, kalau Mia tidak memedulikan nasehat Kakak, begitu juga dengan Mama. Mia pasti akan jadi anak yang rajin," tekad Mia.
"Nah, gitu, dong. Ini baru Mia, adik kesayangan Kakak yang paling ganteng dan rajin menabung. Eheheee," puji Kak Rezky terhadap Mia dan dirinya sendiri.
"Ah, Kakak bisa aja, deh. Biasa aja, kali .... ahahaaa," ledek Mia sambil tertawa. Kakaknya pun juga ikut tertawa.
"Eh, kamu kalau lagi panuan dibersihkan pakai sabun, gosok pelan-pelan, baru bilas deh dengan air. Nanti lama-kelamaan juga hilang sendiri, palingan seminggu," jelas Kak Rezky.
"Oke, deh, Kak," ucap Mia.
Mia pun segera keluar dari kamar, begitu juga dengan Kakaknya. Mia masuk ke kamar mandi yang terletak di lantai dasar dekat dapur. Selesai mandi, Mia memakai pakaian santai. Waktu menunjukkan pukul 20.00. Mia segera ke ruang makan dan makan malam.
Dari hari ke hari, Mia semakin rajin dan juga merawat wajahnya yang terkena panu dengan baik. Dia lebih banyak belajar daripada bermain game. Dia bermain game kalau di hari libur saja atau di waktu luang, tetapi tidak terlalu lama.
Seminggu kemudian, akhirnya panu yang berada di wajah Mia sudah hilang. Mia merasa senang dan bersyukur. Kak Rezky dan Ibunya bangga pada Mia. Tak lupa, Mia meminta maaf pada Ibunya karena telah bersikap kasar padanya. Ibunya pun memaafkan Mia. Nah, kalian pasti tidak mau, kan, kalau kena panu akibat malas mandi? Ingat, kita harus menjaga kebersihan diri, ya? Bersih itu sehat :)
SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar